Senin, 06 Juni 2011

Unit Linked dan Syariah

Sebagai manusia ekonomi, kita memiliki permasalahan ekonomi yang hampir selalu terjadi. Permasalahan tersebut adalah kebutuhan yang tidak terbatas dan alat pemuas kebutuhan yang terbatas. Oleh karena itu kita bisa meminimalisir permasalahan tersebut dengan melakukan proteksi baik untuk jiwa maupun keuangan kita. Proteksi yang biasa dilakukan seseorang melalui keikutsertaan mereka pada asuransi. Kali ini kita akan membahas tentang asuransi unit linked dan syariah.
Menurut buku Financial Planning Standart Board Indonesia, Polis asuransi jiwa unit linked atau investment linked adalah polis asuransi jiwa individu yang memberikan manfaat proteksi asuransi jiwa dan juga kesempatan untuk berpartisipasi secara langsung dalam pengelolaan investasi yang setiap saat nilai polis bervariasi sesuai dengan nilai aset investasi tersebut. Jadi, apabila kita menjadi nasabah unit linked maka kita akan mendapatkan keuntungan ganda. Jika dilihat dari definisi di atas, ada sedikit kemiripan antara unit linked dan reksadana. Nasabah unit linked membayar dua jenis premi,premi proteksi sama dengan premi asuransi dan premi investasi yang diberikan untuk menejemen investasi untuk dikelola. Dana yang diinvestasikan dalam berbagai instrumen investasi yaitu 1). Dana saham, 2). Dana pendapatan tetap atau obligasi, 3). Dana tunai, 4). Dana reksadana, dan 5). Dana campuran (70% saham dan 30% obligasi).
Pilihan untuk berinvestasi pada unit linked mungkin memang akan memberikan keuntungan yang besar namun kita juga harus teliti sebelum mengambil keputusan. Maka agar lebih teliti sebaiknya pertama – tama kita harus mencari tahu informasi tentang perusahaan asuransi dan pilih perusahaan yang sehat. Kedua, pilih agen pemasaran unit link yang profesional dan menguasai produk, Ketiga, perhatikan manfaat dari setiap jenis investasi. Menjadi nasabah unit linked akan memberikan kita banyak menfaat:
1.       Potensi pertumbuhan hasil investasi yang lebih tinggi. Meskipun begitu pemegang polis harus bersedia memegang polis dalam jangka panjang dan siap dengan fluktuasi jangka pendek atas nilai polis itu sesuai dengan kinerja portofolio investasi.
2.       Likuiditas.Polis unit linked dapat memenuhi kebutuhan peegang polis yang menginginkan likuiditas tinggi dari program asuransinya.
3.       Keahlian dan modal investasi. Potensi akumulasi dana menjadi lebih besar.
Polis unit linked dibagi menjadi dua jenis,Polis unit linked premi tunggal yaitu premi dibayar oleh tertanggung terlebih dahulu sebelum proteksi asuransi dimulai.. Kedua, Polis unit linked premi berkala yang pembayarannya dibayar secara berkala dalam jangka waktu tetap.
Polis unit linked sebenarnya sama dengan asuransi tradisional yang sudah ada yaitu sebagai proteksi, namun terdapat sedikit perbedaan antara keduanya yaitu:

Unit Linked
Polis Tradisional
Resiko Investasi
Manfaat dan resiko polis secara langsung ditanggung oleh pemegang polis.

Transparansi
Pengelolaan premi untuk berbagai pembayaran bersifat transparan.
Pengelolaan premi untuk berbagai pembayaran bersifat tidak transparan.
Premi
Premi yang ditentukan bersifat fleksibel.
Premi yang ditentukan tidak dapat berubah kondisinya.
Hasil Investasi
Hasil investasi dikaitkan dengan kinerja dana yang dikelola tergantung keahlian menejer investasi.
Hasil investasi berdasarkan jumlah bonus yang diumumkan.
Pilihan menambah premi
Pemegang polis boleh menambah premi setiap waktu.
Pemegang polis tidak boleh menambah premi.
Peraturan Investasi
Ada ketentuan untuk memisahkan dana unit liked dalam neraca keuangan.
Tidak ada ketentuan yang mengatur seperti itu.

Selain asuransi unit linked, Di Indonenesia juga terdapat asuransi jiwa syariah. Asuransi jenis ini sebetulnya hampir sama dengan jenis asuransi unit linked maupun asuransi modern. Yang membedakan adalah asuransi jiwa syariah menganut adanya pembagian resiko diantara peserta asuransi jiwa. Asuransi jiwa syariah banyak mengadopsi hukum aturan agama islam sehingga asuransi jenis ini cocok untuk dapat berkembang dalam negara Indonesia. Berdasarkan buku Financial Planning Standards Boards Indonesia prinsip syariah terdiri dari prinsip hukum yang mana berorientasi pada sosial dan kepentingan spiritual, terdapat adanya akad untuk mengikat antara beberapa pihak. Akad akan menjadi sah apabila bebas dari beberapa hal yaitu
1.       Gharar. Faktor ketidakpastian dalam kontrak asuransi. Jadi trasaksi harus dibuat jelas mengenai hal – hal yang berkaitan dengan asuransi.
2.       Maisir. Transaksi harus bebas dari unsur – unsur perjuadian.
3.       Riba. Adanya keuntungan finasial tanpa perhitungan yang tepat.
4.       Haram. Transaksi harus bebas dari adanya investasi dalam komoditi yang dilarang agama islam.
5.       Bathil. Transaksi harus bebas dari perbuatan ilegal, kecurangan, dan penipuan.
Seperti halnya agama islam dalam mengajarkan kebaikan. Melalui asuransi yang didasarkan
pada aturan dan syariat islam, asuransi jiwa syariah memiliki banyak mnfaat yang cukup baik terutama bagi umat islam. Manfaat dari asuransi ini adalah sebagai berikut:
1.       Muncul adanya rasa persaudaraan dan rasa saling tolong menolong terhadap sesama.
2.       Jauh dari bentuk- bentuk transaksi yang dilarang oleh agama dan dijalankan sesuai syariat islam.
3.       Adanya efisiensi untuk melakukan proteksi karena tidak membutuhkan biaya untuk tenaga dan waktu.
4.       Dalam mengeluarkan jumlah tertentu tidak perlu membayar kerugian yang timbul.
Meskipun sesuai dengan syariat dan ketentuan islam, bukan berarti asuransi jiwa syariah hanya diperuntukkan untuk umat beragama islam. Aasuransi jiwa syariah bersifat universal sehingga orang lain yang tidak beragama islam pun boleh menggunakan asuransi jiwa syariah sebagai pilihan untuk proteksi jiwanya.
                Semakin banyaknya fasilitas yang diberikan melalui perusahaan asuransi yang beraneka jenis membuat kita semakin mudah untuk melakukan tindakan proteksi bagi diri kita. Pilihlah perusahaan yang cocok dengan kondisi keuangan anda. Good luck!
               

Minggu, 15 Mei 2011

Risk Management

Menurut definisi secara umum, resiko adalah sesuatu yang akan terjadi di kemudian hari entah itu baik ataupun buruk. Namun, yang kebanyakan tertanam di benak masyarakat resiko adalah sesuatu yang buruk dan dianggap sebagai sesuatu yang mengancam. Sama dengan hal tersebut, dalam suatu perencanaan keuangan juga terdapat resiko yang dapat dianggap membahayakan suatu investasi maupun secara personal. Oleh karena itu, kita dituntut agar bisa bisa mengatur dan mengantisipasi resiko yang kemungkinan akan muncul di kemudian hari. Dalam menejemen resiko, kita harus memilih jenis menejemen yang sesuai dengan situasi dan kondisi kita. Bukan hanya itu, kita juga harus terus melakukan monitoring terhadap strategi yang kita pilih. Bila sudah dianggap tidak sesuai dan tidak membawa manfaat maka kita harus merubah strategi yang telah ada dengan tujuan meningkatkan pendapatan atau keuntungan serta kualitas bagi kita sendiri.
Adapun proses menejemen resiko terbagi dalam beberapa tahap. Pertama, kita harus memperhatikan area atau scope dari proses menejemen resiko tersebut. Apakah kita memilih satu area saja atau menguji secara keseluruhan resiko personalnya. Kedua, membuat suatu paparan. Maksudnya, kita bisa membedakan aset kita menjadi 2, yaitu financial asset dan non financial asset. Non finacial asset  biasanya berhubungan dengan manusia dan aktiva berwujud serta resiko properti. Sama halnya dengan aset, kewajiban pun juga memiliki resiko sendiri – sendiri. Sehingga, kita harus bisa menganalisis atau setidaknya memahami resiko setiap aset dan kewajiban. Selanjutnya yang ketiga adalah mengidentifikasi cara – cara dalam menejemen resiko. Bagian ini dapat dibagi menjadi beberapa poin.
        Menghindari Resiko,
        Mengurangi Resiko, dalam hal ini bukan berarti resiko itu hilang namun hanya berkurang saja. Gambaran sederhananya dapat dimisalkan apabila kita rajin berolahraga belum tentu kita terjamin untuk selalu sehat namun hanya mengurangi resiko untuk terjangkitnya penyakit.
        Mengurangi hal – hal yang berpotensi menimbulkan sebuah resiko atau kerugian,
        Menahan resiko, hal ini bisa dilakukan melalui beberapa cara yaitu dengan penganekaragaman, mentransfer resiko, dan berbagi resiko.
Poin keempat, menyocokkan strategi menejemen resko yang telah dipilih dengan paparan yang telah dibuat sebelumnya. Misalnya, pada human asset, kita hatus memperhatikan beberapa hal proyeksi umur kita, Kesehatan dan kemungkinan terjdinya suatu kecacatan dengan cara mendaftarkan diri pada asuransi jiwa, asuransi kesehatan atau jenis asuransi lainnya. Untuk aset berwujud, kita ambil contoh saja mobil kesayangan kita. Resiko yang mungkin terjadi sangatlah bervariasi, hilang, mogok, atau kecelakaan lalu lintas. Untuk mengantisuipasi hal tersebut kita bisa mendaftarkannya ke asuransi mobil yang pada zaman sekarang ini sedang banyak berkembang. Begitu juga untuk financial asset seperti obligasi dan saham yang kita miliki. Semua cara yang ditempuh harus sesuai dengan paparan resiko yang telah kita susun. Tahap terakhir adalah implementasi dan review. Saatnya kita mewujudkan apa yang telah kita rencanakan dan tidak lupa untuk selalui me-monitoring dan memperbarui strategi apabila dianggap sudah tidak sesuai lagi.
                Jika kita sedang membicarakan menejemen resiko biasanya kita juga akan membicarakan tentang asuransi. Asuransi digunakan sebagai alat atau sarana untuk meminimalisir resiko yang akan diterima. Tujuan dari adanya asuransi adalah sebagai proteksi terhadap berbagai macam hal dan menanggulangi resiko hidup dan kebutuhan. Ada beraneka macam jenis asuransi yang ada, beberapa contohnya adalah asuransi jiwa dan asuransi kesehatan.
                Secara umum, asuransi jiwa dipilih sebagai proteksi atas kematian dini. Peranan asuransii jiwa ini bukan berarti pihak asuransi akan mengganti atas kematian seseorang, namun pihak asuransi akan memberikan kerugian yang ditimbulkan akibat hilangnya nyawa seseorang. Kebutuhan adanya asuransi jiwa didasarkan oleh dua jenis resiko, meninggal terlalu cepat atau hidup terlalu lama. Pada saat seseorang meninggal di usia produktif sangat banyak kebutuhan yang akan muncul seperti biaya pemutihan, pendapatan keluarga yang hilang, serta dana pendidikan anak – anak yang terbengkalai. Asuransi jiwa dibagi menjadi dua yaitu asuransi kumpulan (biasanya digunakan oleh perusahaan) dan asuransi individu. Asuransi dianggap merupakan cara terbaik untuk memindahkan resiko kehilangan penghasilan karena kematian.
Menurut buku dasar – dasar perencanaan keuangan Financial Planning Standart Boards, adapun beberapa macam jenis asuransi jiwa dan spesifikasinya:
1.       Asuransi Jiwa Berjangka (Term Insurance)
Asuransi jenis ini merupakan bentuk asuransi yang paling sederhana dan murni. Jenis nya terdiri dari asuransi berjangka tetap yaitu memberikan sejumlah uang yang telah dibayar oleh polis selama bebarapa tahun saat meninggal dunia, yang selanjutnya asuransi berjangka menurun yaitu polis atau manfaat yang dibayarkan secara menurun selama polis berlaku, yang terakhir adalah asuransi berjangka meningkat yaitu meningkatkan nilai pertanggungan seiring dengan berjalannya waktu.

2.       Asuransi Jiwa Seumur Hidup (Whole Life Insurance)
Dalam jenis ini dimasukkan elemen tabungan dalam polis seagai hasil dari jumlah premi awal yang lebih tinggi. Jenisnya ada 2 dan ditentukan oleh sberapa lama harus membayar premi. Pembayaran premi secara terus – menerus mewajibkan tertanggung untuk membayar premi sampai meninggal dunia. Sedangkan untuk pembayaran jangka waktu tertentu berarti hanya membayar premi beberapa tahun saja. Ada juga pilihan polis dengan pembagian keuntungan atau tidak. Polis asuransi dengan pembagian keuntungan berarti ada tambahan bonus pada jumlah pertanggungan yang jumlahnya disesuaikan dengan kinerja investasi perusahaan asuransi tersebut.

3.       Asuransi Jiwa Gabungan
Polis asuransi yang memberikan proteksi kepada beberapa orang. Jadi misalnya salah seorang meninggal dunia sejumlah uang yang diterima dapat meningkatkan keuangan perusahaan tanpa menganggu kekayaan perusahaan tersebut.

4.       Asuransi Jiwa Dwiguna
Polis asuransi jiwa dwiguna umumnya digunakan sebagai tabungan selama jangka waktu tertentu dengan disertai elemen proteksi dengan jangka waktu 10,15,20,25 tahun. Premi yang dibayrakan tidak selalu mengikuti usia tertanggung. Dalam memilih jenis ini perlu dipertimbangkan keahlian investasi pengelola dana  karena sebagian besar preminya diinvestasikan.

5.       Annuitas
Anuitas dirancang untuk menyediakan penghasilan pada saat pensiun yang dananya diinvestasikan di obligasi pemerintah atau instrumen pendapatan lainnya. Ada dua jenis anuitas yaitu, anuitas segera yaitu memberikan pembayaran berkala kepada tertanggung membayarkan sejumlah premi tunggal. Sedangkan anuitas tertunda yaitu pembayaran dimulai di akhir jangka waktu tertentu.

6.       Polis Unit Linked

Dalam menetukan berapa banyaknya asuransi jiwa yang diperlukan dapat dilakukan dengan 2
Metode. Pertama adalah metode berdasarkan penghasilan yang menganalisa potensi  dan menerapkan nilai di masa kini untuk menentukan jumlah asuransi yang dibutuhkan. Kedua, metode analisa kebutuhan yang mencoba menentukan kebutuhan sesungguhnya yang dibutuhkan.
Jenis asuransi yang  selanjutnya dibahas adalah asuransi kesehatan. Polis asuransi kesehatan
biasanya memberikn ganti rugi terhadap hal – hal yang berhubungan dengan kesehatan polis dan biaya rumah sakit.  Asuransi jenis ini biasanya banyak ditemukan dan digunakan oleh perusahaan berupa asuransi kumpulan. Untuk asuransi kehilangan penghasilan karena cacat artinya polis ini memberikan pembayaran bulanan kepada tertanggung untuk menggantikan penghasilan yang hilang karena cacat. Jenis asuransi yang terakhir adalah asuransi penyakit kritis. Asuransi ini memberikan pembayaran jumlah tertentu setelah tertanggung dinyatakan menderita penyakit kritis.
                Pada zaman yang terus maju ini produk asuransi terus melakukan inovasi dan muncul dengan beraneka ragam bentuk. Hal tersebut tentu saja didasarkan melalui riset terhadap banyak orang mengenai resiko – resiko yang dihadapi seseorang. Sehingga menejemen resiko seseorang bisa lebih teratur dan proteksi yang dilakukan dapat menjadi maksimal.


               

               

Rabu, 20 April 2011

MENEJEMEN KAS PERUSAHAAN



Modal kerja bagaikan nyawa bagi perusahaan. Sama seperti halnya manusia, tanpa nyawa kita tidak akan bisa hidup. Yang merupakan nyawa dari sebuah perusahaan atau modal kerja perusahaan adalah aktiva lancar yang tediri dari kas, piutang, dan persediaan. Pada tulisan ini saya akan membahas sedikit tentang kas dalam perusahaan.
Sebagai manusia uang memegang peranan penting untuk kelangsungan hidup. Kita membutuhkan uang untuk membayar dan membeli kebutuhan kita sehari – hari. Misalnya, untuk makan, membeli pakaian, membayar uang kuliah dan lain – lain. Sama halnya dengan perusahaan. Kas adalah harta yang dimiliki perusahaan yang bersifat likuid atau dapat dicairkan sewaktu – waktu jika dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan finasial suatu perusahaan. Pengeluaran kas dalam suatu perusahaan dapat bersifat terus menerus ataupun tidak. Pengeluaran yang terus – menerus misalnya berupa pembelian bahan baku dan membayar gaji pegawai. Sedangkan untuk pengeluaran yang tidak terus – menerus misalnya pembayaran biaya membetulkan mesin, penggantian aktiva tetap, dan biaya – biaya yang tak terduga.
Tujuan perusahaan menyimpan kas adalah:
-          Kebutuahn Transaksi
Dari judulnya saja sudah jelas yaitu transaksi, sudah pasti penggunaan kas sebagai pembayaran untuk segala sesuatu yang mendukung jaannya operasional perusahan, yang paling mudah dimengerti misalnya untuk pembelian dan penjualan.
-          Kebutuhan untuk Berjaga – jaga
Kebutuhan berjaga – jaga maksudnya adalah kas digunakan untuk pembayaran yang dilakukan pada biaya yang tidak terduga di masa depan.
-          Kebutuhan untuk Berspekulasi.
Kas digunakan untuk berspekulasi maksudnya kas yang ada di perusahaan bisa sewaktu – waktu memiliki nilai yang tinggi yang dapat menjadi pelindung atau alat yang digunakan perusahaan untuk dapat melakukan kegiatan yang menguntungkan.
Masalah ekonomi yang berbunyi bahwa kebutuhan manusia tidak terbatas sedangkan alat pemenuhannya terbatas. Permasalahan ini juga sering terjadi dalam perusahan. Seringkali perusahaan menghadapi kondisi yang menyulitkan yakni perusahaan dituntut untuk terus beroperasi, membayar gaji karyawan, membayar tagihan – tagihan namun kas yang tersedia tidak mencukupi. Memang masih ada alternatif yang bisa digunakan dalammenghadapi situasi tersebut misalnya dengan behutang atau menjual aset yang dimiliki. Tentunya hal ini dapat berpengaruh besar bagi perusahaan. Perusahaan jadi lebih sering berhutang dan aset yang kita miliki lama – lama berkurang. Oleh karena itu, perusahaan dituntut untuk dapat melakkan meneemen kas dengan baik.
Menejemen kas yang baik adalah bagaimana kita bisa mengatur kas dengan baik mengatur baik dalam hal komposisi dan lainnya. Jumlah kas yang banyak tidak selalu menunjukkan bahwa perusahaan dalam keadaan yang baik. Karena apabila jumlah  kas yang terlalu banyak dapat menyebabkan kerugian pada opportunity cost. Kekurangan kas pun juga bisa juga merugikan perusahaan yakni sudah jelas terganggunya operasional perusahaan yang berdamapak pada keuntungan yang didapat dan kelangsungan perusahaan. Sehingga menejemen kas yang baik dapat memperkecil resiko yang akan terjadi tanpa  mengganggu likuiditasnya.
Fungsi utama manajemen kas adalah merencanakan dan memanfaatkan kas agar penggunaannya dalam perusahaan bisa maksimal. Cara yang harus diterapkan adalah:
-          Meningkatkan pemasukan kas melalui penjualan dan pembayaran piutang.
-          Mengurangi pengeluaran kas yang sekiranya tidak perlu dilakukan.
-          Melakukan permalan kas agar kas yang keluar dan masuk bisa diperkirakan.
-          Mengatur atau menjalankan kas yang tidak produktif dengan menjadikannya produktif dan terjadi perputaran kas.
-          Selalu menetapkan jumlah kas minimum dalam perusahaan.
Sehingga, untuk menjaga kas tetap efektif dalam perusahaan sangatlah mudah diterapkan. Perusahaan harus tahu kapan kas akan masuk atau keluar, membuat proyeksi perputaran kas, dan bagaimana kita mengatur keluar – masuknya kas dalam perusahaan agar dapat memaksimalkan laba dan dapat dipergunakan semestinya demi kelangsungan perusahaan.

Senin, 11 April 2011

MENGENAL INVESTASI EMAS

Selain untuk memenuhi tugas mata kuliah financial planning saya menulis blog tentang investasi karena terinspirasi dari salah satu drama yang mengisahkan tentang hidupnya. Di salah satu bagian dari cerita ditunjukkan ada sebuah keluarga yang melakukan investasi untuk masa tua dengan istri dan anaknya. Investasi yang dipilih adalah investasi dalam bentuk emas batangan. Hal ini lah yang membuat saya tertarik dan ingin mengetahui lebih dalam mengenai investasi emas.
Di zaman ini untuk bisa menikmati hidup yang berkecukupan dan terjamin di masa yang akan datang terasa sulit dicapai. Oleh karena itu, kita dituntut untuk mengenal, mempelajari, dan menerapkan adanya menejemen keuangan. Sebenarnya, ada banyak hal yang dapat kita manfaatkan sebagai dasar untuk mencukupi kebutuhan kita di masa kini dan mendatang, kita harus bisa menginvestasikan kekayaan kita untuk masa tua kita. Perencanaan investasi merupakan bagian dari perencanaan keuangan. Tujuan utama dari melakukan kegiatan beinvestasi adalah memperoleh return yang mana merupakan balasan atas resiko yang harus ditanggung. Banyak cara yang biasa dipilih sebagai sarana untuk berinvestasi misalnya deposito,reksadana,property,dan salah satu yang menarik  adalah investasi emas. Terkadang banyak orang yang mengangap investasi emas merupakan investasi tradisional namun sebenarnya banyak sekali yang bisa kita dapatkan dari beinvestasi emas.
Adapun bentuk – bentuk investasi emas diantaranya emas batangan,emas koin, emas dalam bentuk perhiasan, danareksa emas, bergabung dalam saham di pertambangan emas, dan masih banyak lagi. Investasi emas sebenarnya sudah umum diketahui oleh khalayak banyak. Kebanyakan orang yang menginvestasikan hartanya dalam bentuk emas perhiasan sekaligus sebagai life style, namun tak sedikit juga orang yang berinvestasi dalam bentuk emas batangan. Hal ini dikarenakan karena harga emas yang stabil serta adanya nilai jual yang sangat tinggi. Biasanya orang yang menginvestasikan hartanya dalam bentuk emas batangan memiliki orientasi investasi yang menitik beratkan pendapatan yang akan diperoleh dalam jangka waktu ke depan.
Emas bisa dikatakan sebagai aset yang likuid dan memiliki nilai jual kembali yang baik. Selain itu, dengan berinvestasi emas kita tidak perlu khawatir seperti kita khawatir jika kita menyimpan uang jika sedang terjadi inflasi tinggi. Inflasi adalah peristiwa dimana harga barang naik sebenanya bukan harga barang yang naik melainkan nilai uang kita yang semakin turun. Sedangkan apabila kita berinvestasi emas kita tidak perlu khawatir karena semakin tingi tingkat inflasi semakin tinggi juga harga jual emas tersebut. Keuntungan lainnya dari investasi emas adalah harganya dipatok dalam US Dollar, sehingga bila terjadi kenaikan maka kita akan mendapat banyak keuntungan.
Selain keuntungan yang telah dijelaskan di atas, ada juga kelemahan dari investasi emas (emas koin atau batangan) adalah kita harus menjaganya dengan sangat ekstra hati – hati. Kecacatan sedikit pun yang terjadi pada emas akan sulit diperbaiki dan mempengaruhi nilai jualnya. Namun untuk meminimalisir itu semua kini ada beberapa bank yang memberikan layanan atau fasilitas penyimpanan emas.
Sedangkan untuk investasi yang berupa danareksa emas dan penanaman saham pada pertambangan emas kita harus benar – benar menmperhatikan dan menghitung beberapa variabel seperti biaya pengelolaan, beban dana, dan nilai aktiva bersih yang ada dalam perusahaan.
Menurut buku Financial Planning Standards Boards, dalam berinvestasi terdapat resiko sistematik dan non-sistematik. Nah, resiko yang juga mungkin muncul dalam investasi emas adalah resiko sistematik yaitu resiko yang dipengaruhi oleh sejumlah faktor seperti perubahan ekonomi, politik, sosiologi, perang,inflasi dan kejadian lain yang dapat mengakibatkan turunnya nilai US Dollar. Namun, seperti yang kita ketahui menurunnya dollar sangatlah jarang sekali.
                Orang – orang yang berinvestasi emas biasanya tergolong invenstor moderat yakni invenstor yang memiliki tingkat toleransi resiko tinggi asalkan return yang didapatkannya sama atau seimbang. Selain itu, mereka juga berorientasi pada pendapatan yang akan diperoleh di masa depan ketika mereka dapat menjual kembali emas tersebut dengan harga yang diinginkannya.
                Nah, demikianlah uraian singkat mengenai investasi emas. Tidak ada salahnya untuk merencanakan investasi demi masa depan yang cerah dan lebih baik melalui investasi emas.