Kasus ini menceritakan tentang adanya suatu perusahaan yang baru saja dinasionalisasikan dengan menjual sahamnya kepada karyawan. Untuk menjalankan kembali perusahaan tersebut haruslah diikuti oleh kebijakan pemerintah mengenai aturan tentang karyawan seperti misalnya masalah upah dan gaji apakah harus disesuaikan dengan gaji pegawai negeri serta pemberian insentif. Kondisi perusahaan ini bia dikatakan cukup buruk karena seringnya terjadi kerusakan mesin diikuti dengan biaya perbaikannya yang sangat mahal. Agar privatisasi perusahaan ini dapat berjaln dengan lancar maka seorang eksekutif haruslah pandai dalam menyusun sistem menejemennya agar dapat berjalan dengan baik dan memberikan keuntungan pada negara.
Privatisasi sebenarnya adalah kegiatan menjual saham suatu perusahaan kepada pihak lain dengan tujuan mengembangkan usaha dan meningkatkan keuntungan yang dapat dicapai melalui kinerja karyawan yang efisien sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan sekitar dan negara.Kerusakan mesin dan pemeliharan yang buruk bisa menjadi salah satu alasan dilakukannya privatisasi perusahaan.
Perlakuan yang diberikan pada karyawan perusahaa privatisasi juga berubah seperti dari pegawai negeri menjadi pegawai swasta. Pada sebuah perusahaan diberikan suatu insentif kepada karyawannya.Insentif sendiri artinya adalah tambahan jumlah yang bisa didapatkan karyawan karena pencapaian suatu prestasi. Insentif juga bisa dikatakan merupakan bentuk apresiasi perusahaan kepada karyawan yang berprestasi. Pemberian insentif ini diharapkan mampu meningkatkan kerja karyawan karena secara tidak langsung insentif dapat meningkatkan motivasi karyawan untuk bekerja lebih giat lagi. Jika perusahaan sedang dalam kondisi keuangan yang tidak baik, insentif bisa diberikan pada karyawan dalam bentuk lain (selain uang) misalnya berupa kegiatan – kegiatan hiburan yang tidak mengeluarkan biaya terlelu besar.
Agar sebuah privatisasi perusahaan dapat berjalan dengan baik memerlukan keahlian seorang eksekutif yang benar – benar ahli dalam bidang ini. Perusahaan privatisasi dikatakan berhasil apabila perusahaan tersebut dapat memperoleh keuntungan yang tinggi agar dapat bertahan dan bermanfaat bagi negara. Sistem menejemen harus segera dibentuk atas dasar keputusan bersama agar dapat bersaa sama mencapai tujuan yang di telah ditetapkan.
Seorang eksekutif jangan memperhatikan pada hal keuangan saja namun juga harus menyeluruh seperti perhatian kepada pelanggan dan proses bisnis. Selain itu, yang perlu diperhatikan adalah penilaian dari pemerintah dan para investor yang menanamkan saham pada kita. Perusahaan ini sebaiknya dapat dengen segera memperbaiki kinerja perusahaan dan menyiapkan kompetensi para karyawannya agar dapat berjalan beriringan dengan usaha mengembangkan dan menjaga eksistensi perusahaan. Dengan adanya kinerja mesin dan kompetensi karyawan yang baik diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk dan mengembangkan pasar lebih luas lagi. Program – program lain yang bisa digunakan adalah dengan memanfaatkan teknologi yang semakin lama semakin berkembang untuk menjalin hubungan dengan pelanggan, partner, supplier dan pihak – pihak lainnya yang berkepentingan.
Dengan berjalannya suatu privatisasi yang sukses diharapkan dapat mengahasilkan laba yang maksimal, menciptakan sumber daya manusia yang berkompeten dan menguasai teknologi,dan mempu memberikan return yang baik bagi para pemerintah maupun bagi pemegang saham.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar