Penelitian atau analisis tentang struktur modal dalam perusahaan biasanya menjadikan proporsi atau komposisi antara hutang dan modal sendiri sebagai acuan. Tujuan dari adanya analisis stuktur modal ini adalah untuk melihat kecenderungan sumber dana apa yang digunakan untuk memaksimalkan nilai perusahaan. Setiap perusahaan selalu berupaya untuk membuat struktur modal dalam perusahaan menjadi optimal dan dapat dimanfaatkan secara maksimal. Melalui komposisi antara hutang dan modal sendiri dapat diketahui juga tingkat solvabilitas suatu perusahaan. Semakin besar penggunaan modal sendiri maka perusahaan tersebut dapat dikatakan semakin solvabel.
Namun,fakta lapangan dapat kita lihat bahwa masih banyak perusahaan yang menggunkan proporsi hutang yang lebih banyak sebagai struktur modalnya.Pada umumnya suatu perusahaan menggunakan hutang jangka panjang dibandingkan hutang jangka pendek karna jatuh temponya lebih lama sehingga pemanfaatannya pun bisa menjadi lebih maksimal. Hutang sediri memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Kelebihan dari instrumen hutang antara lain bunga dapat menguangi pajak sehingga biaya utang rendah, kreditur memperoleh return terbatas sehingga pemegang saham tidak perlu berbagi keuntungan saat kondosi perusahaan sedang untung besar. Sedangkan kekurangan dari penggunaan instrumen hutang adalah ada maupun tidak adanya dana hutang harus dilunasi tepat saat jatuh temponya, rasio hutang yang tinggi dapat meningkatkan resiko yang selanjutnya akan meningkatkan biaya modal, saat kondisi perusahaan sulit dan tidak memiliki laba yang cukup untuk memnuhi kewajiban pembayaran bisa saja untuk melakukan likuidasi atau pencaian dana tunai dari aktiva atau aset yang dimiliki perusahaan. Adanya kecenderungan penggunaan instrumen hutang yang semain banyak tidak disadari akan berdampak membuat kewajiban yang harus dipenuhi menjadi semakin berat dan meningkat. Banyak perusahaan yang mengalami gagal bayar dan terpaksa gulung tikar dari usahanya.
Adapun perusahaan yang lebih namyak mengunakanmodal sendiri dalam sumber pendanaannya didasai oleh pemikiran atau petimbangan adanya risiko yang sangat besar apabila sumber dana berasal dai instrumen hutang. Menurut Sundjaja at al (2003) modal sendiri adalah dana jangka panjang perusahaan yang disediakan oleh pemilik perusahaan (pemegang saham) yang terdiri dari berbagai jenis saham serta laba ditahan. Pendanaan dari modal sendiri dapat menimbulkan opportunity cost . Modal sendiri juga tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan penggunaan modal sendiri adalah dapat mengontrol perusahaan secara langsung sedangkan kekurangannya adalah return atau tingkat pengembaliannya tidak pasti serta pemegan gsaham menjadi pihak pertama yang menanggung resiko.
Menurut informasi yang saya baca, belum ada proporsi antara hutang dan saham yang baik dan dijadikan patokan, jadi sebaiknya suatu perusahan mencari hutang yang tidak meningktakan risko atau menurunkan fleksibilitas dalam suatu perusahaan itu sendiri. Jadi sebagai menejer kita harus pintar- pintar mengelola sumber pendanaan atau stuktur modal dalam perusahaan sehinggal tujuan dapat tercapai dan semuanya berjalan dengan maksimal.

Thanks for sharing
BalasHapusBerguna banget nih ! :D